Matius 4. Berbicara tentang Yesus dicobai iblis. Anak Allah saja dicobai apalagi kita manusia. Cobaan rupanya kencang setelah menjalani puasa, krn Yesus setelah puasa 40hari/malam didatangi dan dicobai iblis(ayat2 dan 3). Ada 3 jenis cobaan dari iblis utk semua manusia yg mau setia. Pertama adalah cobaan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power). Ayat 3 iblis mencobai dng menyuruh yesus menggunakan powernya utk mengubah batu jadi roti. Kita mungkin punya power krn kedudukan, jabatan, prestasi, uang, status sosial, pengarus. Hati2 iblis paling mudah masuk utk menjatuhkan disitu. Kekuasaan itu bisa kita salah gunakan: korupsi, kolusi, dan kejahatan lain. Solusinya Yesus berkata manusia tidak hanya hidup dari roti SAJA tapi dari firman yang keluar dr mulut Allah. Ini bicara prioritas: roti penting tapi firman lbh utama. Paling indah kalau power yg kita punya(mis. blackberry) utk sharing firman dp hal2 yg tdk berguna, he he. Jenis cobaan kedua adalah popularitas yang membawa bencana. Ayat 6,kata iblis kalau Engkau anak Allah (berarti top , populer) jatuhkanlah dirimu maka malaikat akan menatangMu. Popularitas dng segala pertemanan/network akan membuat manusia mudah utk sombong dan dicobai iblis. Tanpa sadar sdh dipuncak dan kemudian diajak utk jatuh(larut dng dunia). Solusinya: tengking/usir godaan utk being popular, tetap menjadikan Yesus lbh popular dr kita. Jenis cobaan ke tiga: mengutamakan relasi dng orang/pihak lain drpd relasi kpd Allah. Ayat 8,9 iblis menunjukkan kekuasaannya(power) dan disuruh menyembahnya. Kadang ketika waktu ibadah kita tidak bisa krn ada kegiatan lain yg berhubungan dng boss, pekerjaan, atau hobby. Hati2, relasi dng kepentingan dunia dibandingkan relasi dng Allah(ibadah, pelayanan) hrs bisa/jelas sikap kita. Ketika kita memilih relasi dng dunia pada waktu hrs kpd Allah, maka itu sdh masuk dlm cobaan iblis. Solusinya jelas, lawan, prioritaskan relasi kpd Allah.Gbu
Jesus saith to Peter whether he loves Jesus. Peter saith: Yes Lord I love Thee. And Jesus saith unto him Feed my lambs
Tampilkan postingan dengan label matius 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label matius 4. Tampilkan semua postingan
Senin, 10 Januari 2011
Renungan Matius 4
Matius 4. Berbicara tentang Yesus dicobai iblis. Anak Allah saja dicobai apalagi kita manusia. Cobaan rupanya kencang setelah menjalani puasa, krn Yesus setelah puasa 40hari/malam didatangi dan dicobai iblis(ayat2 dan 3). Ada 3 jenis cobaan dari iblis utk semua manusia yg mau setia. Pertama adalah cobaan penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power). Ayat 3 iblis mencobai dng menyuruh yesus menggunakan powernya utk mengubah batu jadi roti. Kita mungkin punya power krn kedudukan, jabatan, prestasi, uang, status sosial, pengarus. Hati2 iblis paling mudah masuk utk menjatuhkan disitu. Kekuasaan itu bisa kita salah gunakan: korupsi, kolusi, dan kejahatan lain. Solusinya Yesus berkata manusia tidak hanya hidup dari roti SAJA tapi dari firman yang keluar dr mulut Allah. Ini bicara prioritas: roti penting tapi firman lbh utama. Paling indah kalau power yg kita punya(mis. blackberry) utk sharing firman dp hal2 yg tdk berguna, he he. Jenis cobaan kedua adalah popularitas yang membawa bencana. Ayat 6,kata iblis kalau Engkau anak Allah (berarti top , populer) jatuhkanlah dirimu maka malaikat akan menatangMu. Popularitas dng segala pertemanan/network akan membuat manusia mudah utk sombong dan dicobai iblis. Tanpa sadar sdh dipuncak dan kemudian diajak utk jatuh(larut dng dunia). Solusinya: tengking/usir godaan utk being popular, tetap menjadikan Yesus lbh popular dr kita. Jenis cobaan ke tiga: mengutamakan relasi dng orang/pihak lain drpd relasi kpd Allah. Ayat 8,9 iblis menunjukkan kekuasaannya(power) dan disuruh menyembahnya. Kadang ketika waktu ibadah kita tidak bisa krn ada kegiatan lain yg berhubungan dng boss, pekerjaan, atau hobby. Hati2, relasi dng kepentingan dunia dibandingkan relasi dng Allah(ibadah, pelayanan) hrs bisa/jelas sikap kita. Ketika kita memilih relasi dng dunia pada waktu hrs kpd Allah, maka itu sdh masuk dlm cobaan iblis. Solusinya jelas, lawan, prioritaskan relasi kpd Allah.Gbu
Langganan:
Postingan (Atom)